Powered By Blogger

Minggu, 31 Januari 2016

Renungan Kematian



Renungan Kematian
Sebuah Perjalanan yang panjang akan menemukan sebuah tepi, Waktu yang berlalu tak akan kembali, Tak kenal tua maupun muda akan menghampiri, inilah sebuah takdir illahi yaitu sebuah kematian yang pasti akan terjadi. Tak ada mampu yang mengetahui kapan waktu itupun terjadi.
Manusia yang telah mati tak akan bisa kembali, penyesalan pun datang menghampiri  agar bisa hidup kembali, untuk menyembah sang illahi. Sebagai mana firman Allah swt
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) (Qs: Al-Mu’minuun 99)
 Hanya ada dua pilihan jalan tempat kita kembali yaitu surga dan neraka, sebuah tempat yang pasti akan kita jumpai oleh seluruh umat manusia, Sekarang tempat mankah yang akan kita pilih ?
“Surga”
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya “(Al-Baqarah :25)
“Neraka”
“Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (Qs Al Jin :23 )

Kini sebelum waktu itu terjadi, jangan sia-sia waktu itu berlalu pergi . berpegang teguh lah pada tali agama sang illahi dengan memperjuangkan syariat-syariat nya agar tegak kembali. Karena Tanpa kita pungkiri dijaman yang penuh dengan tipu daya duniawi  manusia terlena akan maksiat-maksiat yang menjauhkan kita dari sang maha pemberi, sehingga kita lupa akan saudara saudari muslim yang ditembak mati oleh kekejaman kaum yahudi.padahal sesama muslim adalah saudara.
 Kematian merupakan sesuatu hal yang pasti namun perjuangan untuk membela agama ini adalah sebuah hal pilihan dari hati nurani.  Besok lusa ataupun tahun depan kematian yang kita pasti lalui tak ada yang mengetahui selain sang illahi. Namun apa yang telah kita punyai untuk bekal menghadapi  dihari tempat balasan kita kembali ?. Kita terlalu sibuk dengan kehidupan dunia, setiap hari kita bergelut dengan aktivitas pekerjaan yang hanya bersifat duniawi, jabatan tinggi yang selalu kita kejar tanpa henti, Bisnis-Bisnis perusahaan yang selalu kita kerjakan tanpa letih hingga kita lupa ajalpun kian menepi untuk menghampiri, kini kita hanya sebujur tubuh kaku yang ditangisi oleh para sanak keluarga  yang menangis tiada henti,  jabatan tinggi  yang selalu kita kejar-kejar tanpa henti menjadi jabatan kosong yang siap terisi oleh orang lain, bisnis-bisnis perusahaan yang lagi memuncak kini kita tinggalkan tak berarti. Penyesalan pun datang menghampiri baik itu bagi muslim yang taat maupun lalai.
“Bila seorang hamba ahli keta’atan didatangi maut, ia menyesal mengapa tidak menambah amalan shalihnya, sedangkan bila seorang hamba ahli maksiat didatangi maut, ia menyesali atas perbuatan melampaui batas yang dilakukannya dan berkeinginan dapat dikembalikan ke dunia lagi, sehingga dapat bertaubat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan memulai amal shalih. Namun! Itu semua adalah mustahil dan tidak akan terjadi!! (Baca: QS: Fushshilat: 24, QS: Al-Mu’minun: 99-100)
Semoga kita bisa menjadi orang yang cerdik yang selalu mempersiapkan diri untuk kematian sebagai mana didalam hadist di katakana
“Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata, “Aku pernah menghadap Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai orang ke sepuluh yang datang, lalu salah seorang dari kaum Anshor berdiri seraya berkata, “Wahai Nabi Alloh, siapakah manusia yang paling cerdik dan paling tegas?” Beliau menjawab, “(adalah) Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah manusia-manusia cerdas; mereka pergi (mati) dengan harga diri dunia dan kemuliaan akhirat.” (HR: Ath-Thabrani, dishahihkan al-Mundziri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lautan Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger