Renungan
Kematian
Sebuah Perjalanan yang
panjang akan menemukan sebuah tepi, Waktu yang berlalu tak akan kembali,
Tak
kenal tua maupun muda akan menghampiri, inilah sebuah takdir illahi yaitu
sebuah kematian yang pasti akan terjadi. Tak ada mampu yang mengetahui
kapan waktu itupun terjadi.
Manusia yang telah mati
tak akan bisa kembali, penyesalan pun datang menghampiri agar bisa hidup kembali, untuk menyembah sang
illahi. Sebagai mana firman Allah swt
“(Demikianlah
keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku
kembalikanlah aku (ke dunia) (Qs: Al-Mu’minuun 99)
Hanya
ada dua pilihan jalan tempat kita kembali yaitu surga dan neraka, sebuah tempat
yang pasti akan kita jumpai oleh seluruh umat manusia, Sekarang tempat mankah
yang akan kita pilih ?
“Surga”
“Dan
sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa
bagi mereka disediakan surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan
dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah
yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang
serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka
kekal di dalamnya “(Al-Baqarah :25)
“Neraka”
“Akan
tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan
barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (Qs Al Jin :23 )
Kini
sebelum waktu itu terjadi, jangan sia-sia waktu itu berlalu pergi . berpegang
teguh lah pada tali agama sang illahi dengan memperjuangkan syariat-syariat nya
agar tegak kembali. Karena Tanpa kita pungkiri dijaman yang penuh dengan tipu
daya duniawi manusia terlena akan
maksiat-maksiat yang menjauhkan kita dari sang maha pemberi, sehingga kita lupa
akan saudara saudari muslim yang ditembak mati oleh kekejaman kaum yahudi.padahal
sesama muslim adalah saudara.
Kematian merupakan sesuatu hal yang pasti
namun perjuangan untuk membela agama ini adalah sebuah hal pilihan dari hati
nurani. Besok lusa ataupun tahun depan
kematian yang kita pasti lalui tak ada yang mengetahui selain sang illahi.
Namun apa yang telah kita punyai untuk bekal menghadapi dihari tempat balasan kita kembali ?. Kita
terlalu sibuk dengan kehidupan dunia, setiap hari kita bergelut dengan
aktivitas pekerjaan yang hanya bersifat duniawi, jabatan tinggi yang selalu
kita kejar tanpa henti, Bisnis-Bisnis perusahaan yang selalu kita kerjakan
tanpa letih hingga kita lupa ajalpun kian menepi untuk menghampiri, kini kita
hanya sebujur tubuh kaku yang ditangisi oleh para sanak keluarga yang menangis tiada henti, jabatan tinggi yang selalu kita kejar-kejar tanpa henti
menjadi jabatan kosong yang siap terisi oleh orang lain, bisnis-bisnis
perusahaan yang lagi memuncak kini kita tinggalkan tak berarti. Penyesalan pun
datang menghampiri baik itu bagi muslim yang taat maupun lalai.
“Bila
seorang hamba ahli keta’atan didatangi maut, ia menyesal mengapa tidak menambah
amalan shalihnya, sedangkan bila seorang hamba ahli maksiat didatangi maut, ia
menyesali atas perbuatan melampaui batas yang dilakukannya dan berkeinginan
dapat dikembalikan ke dunia lagi, sehingga dapat bertaubat kepada Alloh
Subhanahu Wa Ta’ala dan memulai amal shalih. Namun! Itu semua adalah mustahil
dan tidak akan terjadi!! (Baca: QS: Fushshilat: 24, QS: Al-Mu’minun: 99-100)
Semoga
kita bisa menjadi orang yang cerdik yang selalu mempersiapkan diri untuk
kematian sebagai mana didalam hadist di katakana
“Ibnu
Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata, “Aku pernah menghadap Rasululloh
shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai orang ke sepuluh yang datang, lalu salah
seorang dari kaum Anshor berdiri seraya berkata, “Wahai Nabi Alloh, siapakah
manusia yang paling cerdik dan paling tegas?” Beliau menjawab, “(adalah) Mereka
yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka
itulah manusia-manusia cerdas; mereka pergi (mati) dengan harga diri dunia dan
kemuliaan akhirat.” (HR: Ath-Thabrani, dishahihkan al-Mundziri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar