Powered By Blogger

Kasih Seorang Ibu

" ketika kita usia 1 tahun, ibu menyuapkan makanan kepada kita balasan yang kita berikan, kita muntah kan makanan kebaju."

" Menginjak usia 2 tahun, ibu memberikan baju baru kepada kita, tapi balasan yg kita berikan, malah mengencingi dan mengotorinya"

" Beranjak usia 3 tahun, ibu mengajak kita untuk bermain, tapi balasan yang kita berikan, malah lari-lari dan tak pernah mendengar ucapan nya'

" Memasuki usia 4-5 tahun, ibu memberikan pensil warna kepada kita, tapi balasan yang kita berikan malah mencoret-coret dingding"

" saat usia 7 tahun ibu membelikan sebuah mainan kepada kita, kita ucapkan terimakasih dengan merusak dan melempar mainan itu'

" Saat usia 8 tahun, ibu mengantaarkan kita sekolah, menunggu kita sampai pulang sekolah, meskipun banyak pekerjaaan rumah yang belum di selesaikan tapi ibu tetap menunggu kita, tapi apa yang kita berikan malahan melempar baju kotor di sembarang tempat"

" saat menginjak usia 9-12 tahun, ibu memberiakn uang bersekolah tapi rasa ucapan terimakasih yang kita berikan, malahan bolos sekolah dan main.

" Menjelang usia 13-15 tahun ibu suruh kita untuk menutupi aurat, tapi malah kita bilang.." iih ibu ketinggalan jaman,

" Tanpa kita sadari pernah kah kita membalas budi jasa orang tua?????.............. jawaban nya ada di diri kita masing2"

" Memasuki masa remaja ketika usia 16-18 tahun ibu menangis terharu ketika kita telah lulus sekolah tapi balasan yang kita berikan, malahan bersuka ria bersama teman-teman dan tak menghiraukan nya"

" Menjelang usia 20 tahun, ibubertanya kepada kita apakah ada temen yang spesial atau istimewa? jawaban dan balasan yang kita berikan " ah itu mah bukan urusan ibu"

" Ketika memasuki usia 25 tahun, ketika kita mau menikah ibu bersusah payah menanggung semua persiapan pernikahan kiata, tapi balasan yang kita berikan, dengan pindah jauh darinya"

" Saat usia 30 tahun, ibu menelepon dan memberi nasihat mengenai cara2 merawat bayi, tapi balasan yang kita berikan malah berkata" ah itu mah dulu sekarang berbeda"

" Ketika usia 40 tahun, ibu berkata kangen dan pengen ketemu' tapi ucapan dan balasan yang kita berikan" Maaf bu kami lagi sibuk"

" ketika usia 45 tahun, " ibu jatuh sakit" dan meminta kita untuk pulang serta menjaganya, tapi balasan yang kita berikan malahan menceritakan kesibukan kita dan tak ada waktu buat ibu dan akan mengganggu anak2 nya

" Dan kemudian suatu hari......kita mendapat berita ibu meninggal dunia" kabar itu sangat mengejutkan... dalam linangan air mata yang berjatuhan, sepintas segala perbuatan kita terhadap ibu bermunculan dalam ingatan satu persatu,,........

saat di taman kanak kanak, ibu selalu mengantarkan dan menunggu kita di luar kelas. dan kita tak pernah peduli seberapa bosan nya menunggu dan seeberapa banyak nya pekerjaan rumah yang belum selesai, tapi ibu terus menunggu kita sampai selesai.

masuk masa remaja, aku sering merasa malu berjalan sama ibu, pakaian dan dandanan nya tak serasi dan kuno sehingga kita sering mendahuluinya ketika berjalan seperti orang yg tak kenal, dan ketika ibu sakit kita tak pernah menemani atau merawatnya karena kita terlalu sibuk bermain bersama teman2, meskipun dia sangat membutuhkan pertolongan kita tpi dia tak pernah mau membebani dan merepotkan kitaa'

semua kenangan itu muncul satu persatu di pikiran kita, dalam kesedihan dan linangan air mata yang sudah terlambat, dan terus mengalir kedukaan dan penyesalan.

kini terlambat sudah semua penyesalan kita' ibu sudah pergi dan tak kan pernah kembali... semua kenangan yang pernah kita lalui tak kan pernah kembali....

kini semua jasanya hanya bisa kita kenang dan tak sempat kita balas..

Latest Templates

Minggu, 31 Maret 2013

Kisah Dzulqarnain


 http://kisahislami.com/wp-content/uploads/2013/02/batu.jpg


Kisah Dzulqarnain dalam Surat Al-Kahfi

Kisah Dzulqarnain telah diterangkan Al-Qur`an secara panjang lebar dalam Surat Al-
Kahfi ayat 83-101. Berikut adalah penjelasannya.
“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: ‘Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.’ Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: ‘Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.’ Berkata Dzulqarnain: ‘Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengadzabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Dia mengadzabnya dengan adzab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami’.”
(Al-Kahfi: 83-88)
Dahulu, ahli kitab atau kaum musyrikin bertanya kepada Rasulullah sallallahu’alahiwassallam tentang kisah Dzulqarnain. Allah subhanahuwata’ala memerintahkan beliau untuk mengatakan:
“Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.”
Cerita yang mengandung berita yang memberi kecukupan dan pembicaraan yangmengagumkan. Maksudnya, aku akan bacakan kepada kalian tentang Dzulqarnain, yang bisa menjadi ibrah (pelajaran). Adapun hal-hal lain yang tidak menjadi pelajaran, beliau tidak membacakannya kepada mereka.
“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi.” Maksudnya, Allah subhanahuwata’ala berikan kekuasaan dan memantapkan pengaruhnya di segenap penjuru bumi, dan ketundukan mereka kepadanya.
“Dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan.” Maksudnya, Allah subhanahuwata’ala memberikan sebab-sebab yang menyampaikan kepada kedudukan yang dicapainya itu. Sebab-sebab itu membantunya untuk menaklukkan berbagai negeri, memudahkannya mencapai tempat-tempat yang paling jauh yang didiami manusia. Dia menggunakan sebab-sebab
yang telah Allah subhanahuwataa’la berikan itu, sesuai dengan fungsinya. Karena tidak setiap orang yang mempunyai sebuah sebab, kemudian dia (mau) menjalaninya. Dan tidak setiap orang mempunyai kemampuan untuk menjalani sebab itu. Sehingga, ketika terkumpul antara kemampuan untuk menjalani sebab yang hakiki dan (kemauan) menjalaninya, tercapailah tujuan. Dan bila keduanya (kemampuan dan kemauan) atau salah satunya tidak ada, maka tujuan tidak akan tercapai. Sebab-sebab yang Allah subhanahuwata’ala berikan kepada Dzulqarnain tidak diberitakan oleh Allah subhanahuwata’ala maupun Rasul-Nya sallallahu’alaiiwassallam kepada kita. Tidak pula berita-berita itu dinukilkan para ahli sejarah kepada kita dengan penukilan yang meyakinkan. Maka, tidak ada yang pantas bagi kita kecuali diam dan tidak melihat pada apa yang disebutkan para penukil kisah Israiliyat dan yang semacamnya. Hanya saja kita tahu secara global bahwa sebab-sebab tersebut kuat dan banyak, baik sebab internal maupun eksternal. Dengan sebab-sebab itu, dia mempunyai pasukan yang besar, banyak personil dan perlengkapannya, serta diatur dengan baik. Dengan pasukan tersebut, dia mampu mengalahkan musuh-musuh, memudahkannya untuk sampai ke belahan timur, barat maupun segenap penjuru bumi. Allah subhanahuwata’ala memberikan sebab kepadanya yang mengantarkannya sampai ke tempat terbenamnya matahari, hingga dia melihat matahari dengan mata kepala seakan-akan matahari itu tenggelam di lautan yang hitam. Dan ini biasa bagi orang yang hanya ada air (lautan) antara dia dan ufuk terbenamnya matahari. Dia melihat bahwa matahari tenggelam ke dalam laut itu, meskipun dia berada pada puncak ketinggian. Di sana, yakni di tempat terbenamnya matahari tersebut, Dzulqarnain menemukan sekelompok manusia. “Kami berkata: ‘Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka’.” Yakni, engkau bisa mengadzab mereka dengan pembunuhan, pukulan, atau menawan mereka dan semacamnya. Atau engkau berbuat baik kepada mereka. Dzulqarnain diberi dua pilihan, karena –yang nampak– kaum itu adalah orang kafir atau fasik, atau mereka memiliki sebagian sifat-sifat tersebut. Karena bila mereka adalah kaum yang beriman bukan orang fasik, tentu Allah subhanahuwata’ala tidak memberikan keringanan bagi Dzulqarnain untuk mengadzab mereka. Ini menunjukkan bahwa Dzulqarnain memiliki assiyasah asy-syar’iyyah yang menjadikannya berhak dipuji dan disanjung, karena taufiq yang Allah l berikan kepadanya. Dia lalu berkata: “Aku akan menjadikan mereka dua bagian: “Adapun orang yang aniaya.” Yakni kafir. “Maka Kami kelak akan mengadzabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Dia mengadzabnya dengan adzab yang tidak ada taranya.” Yakni, orang yang aniaya akan mendapatkan dua hukuman, hukuman di dunia dan di akhirat. “Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan.” Yakni sebagai balasannya, dia akan mendapatkan surga kedudukan yang baik di sisi Allah subhanahuwata’ala pada hari kiamat.
“Dan akan Kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah Kami.” Yakni, Kami akan berbuat baik kepadanya, berlemah lembut dalam tutur kata, dan Kami permudah muamalah baginya. Ini menunjukkan bahwa Dzulqarnain termasuk raja yang shalih, wali Allah subhanahuwata’ala yang adil lagi berilmu, di mana dia menepati keridhaan Allah dengan memperlakukan setiap orang sesuai dengan kedudukannya.
“Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya`juj dan Ma`juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: ‘Tiuplah (api itu).’ Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata: ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila telah datang janji Rabbku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar’.” (Al-
Kahfi: 89-98)
Maksudnya, Dzulqarnain mendapati matahari terbit di atas komunitas manusia yang tidak memiliki pelindung dari sinar matahari. Bisa jadi karena mereka tidak menyiapkan tempat tinggal, karena mereka masih liar, tidak beradab, dan nomaden. Atau bisa juga karena matahari selalu berada di atas mereka, tidak pernah tenggelam. Sebagaimana hal ini terjadi di wilayah Afrika Timur bagian selatan. Dzulqarnain telah sampai kepada suatu tempat yang belum pernah diketahui penduduk bumi, terlebih pernah mereka datangi (secara fisik) dengan tubuh mereka. Namun demikian, ini semua terjadi dengan takdir Allah subhanahuwata’ala kepada Dzulqarnain dan pengetahuannya terhadap hal itu. Oleh karena itu, Allah subhanahuwata’ala berfirman:
“Demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.” (Al-Kahfi: 91)
Maksudnya, Kami mengetahui kebaikan dan sebab-sebab agung yang ada padanya, dan ilmu Kami bersamanya, kemanapun ia
menuju dan berjalan.
“Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.” (Al-Kahfi: 92-93)
Para ahli tafsir berkata: Dzulqarnain pergi dari arah timur menuju ke utara.
Sampailah dia di antara dua dinding penghalang. Kedua dinding penghalang itu adalah rantai pegunungan yang dikenal pada masa itu, yang menjadi penghalang antara Ya`juj dan Ma`juj dengan manusia. Di hadapan kedua gunung itu, dia menemukan suatu kaum yang hampir-hampir tidak bisa memahami pembicaraan, karena asingnya bahasa mereka dan tidak cakapnya akal dan hati mereka. Dan Allah subhanahuwata’ala telah memberi Dzulqarnain sebab-sebab ilmiah yang dengannya bahasa kaum itu menjadi bisa dipahami dan dia memahamkan mereka. Dia bisa berbicara kepada mereka dan mereka bisa berbicara kepadanya. Mereka kemudian mengeluhkan kejahatan Ya`juj dan Ma`juj kepada Dzulqarnain. Mereka merupakan dua umat yang besar dari keturunan Adam ‘alaihissalam.
Kaum itu berkata: “Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi.” (Al-Kahfi: 94)
yaitu dengan melakukan pembunuhan, perampokan, dan lain-lain. “Maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu….” (Al-Kahfi: 94) maksudnya upah. “Supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (Al-Kahfi: 94) Hal ini menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk membangun dinding penghalang, dan mereka mengetahui kemampuan Dzulqarnain untuk membangunnya. Mereka pun memberikan upah kepadanya untuk melakukannya. Mereka menyebutkan sebab yang mendorong hal itu, yaitu perusakan Ya`juj dan Ma`juj di bumi. Dzulqarnain bukanlah orang yang tamak, dia tidak memiliki keinginan terhadap harta dunia. Namun dia juga tidak meninggalkan perbaikan keadaan rakyat. Bahkan tujuannya adalah perbaikan. Sehingga dia memenuhi permintaan mereka karena kemaslahatan yang terkandung di dalamnya. Dia tidak mengambil upah dari mereka. Dia bersyukur kepada Rabbnya atas
kekokohan dan kemampuannya. Dzulqarnain berkata kepada mereka:
“Apa yang telah dikuasakan oleh Rabbku kepadaku adalah lebih baik.” (Al-Kahfi: 95) Maksudnya, lebih baik daripada apa yang kalian berikan kepadaku. Aku hanyalah meminta kalian untuk membantuku dengan kekuatan tangan-tangan kalian.
“Agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 95) Yakni sebagai penghalang agar mereka tidak melintasi kalian. “Berilah aku potongan-potongan besi.” (Al-Kahfi: 96)
Merekapun memberinya. “Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu.” (Al-Kahfi: 96) yaitu dua gunung yang antara keduanya dibangun penghalang. “Berkatalah Dzulqarnain: ‘Tiuplah (api itu)’.” (Al-Kahfi: 96) Maksudnya, nyalakanlah dengan nyala yang besar. Gunakanlah alat tiup agar nyalanya membesar, sehingga tembaga itu meleleh. Tatkala tembaga itu meleleh, yang hendak dia tuangkan di antara potongan-potongan besi, “Berilah aku tembaga agar kutuangkan ke atas besi panas itu.” (Al-Kahfi: 96) Maksudnya, tembaga yang mendidih. Aku tuangkan tembaga yang meleleh ke atasnya. Maka dinding penghalang itu menjadi luar biasa kokoh. Terhalangilah manusia yang berada di belakangnya dari kejahatan Ya`juj dan Ma`juj. “Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya.” (Al-Kahfi: 97) Maksudnya, mereka tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mendakinya karena tingginya penghalang itu. Tidak pula mereka bisa melubanginya karena kekokohan dan kekuatannya. Setelah melakukan perbuatan baik dan pengaruh yang mulia, Dzulqarnain menyandarkan nikmat itu kepada Pemiliknya. Dia berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku.” (Al-Kahfi: 98) Maksudnya, merupakan karunia dan kebaikan-Nya terhadapku. Inilah keadaan para khalifah yang shalih. Bila Allah subhanahuwata’ala memberikan nikmat-nikmat yang mulia kepada mereka, bertambahlah syukur, penetapan, dan pengakuan mereka akan nikmat Allah subhanahuwata’ala. Sebagaimana ucapan Sulaiman ‘alaihissallam ketika singgasana Ratu Saba` tiba di hadapannya dari jarak yang sedemikian jauh: “Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).” (An-Naml: 40)
Ini berbeda dengan orang yang congkak, sombong, dan merasa tinggi di muka bumi. Nikmat-nikmat yang besar menjadikan mereka bertambah congkak dan sombong. Sebagaimana ucapan Qarun ketika Allah subhanahuwata’ala memberinya perbendaharaan yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat. Dia berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” (Al-Qashash: 78) Ucapan Dzulqarnain: “Maka apabila sudah datang janji Rabbku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar.” (Al-Kahfi: 98) Maksudnya, waktu keluarnya Ya`juj dan Ma`juj. “Dia akan menjadikannya….” (Al-Kahfi: 98) Maksudnya, menjadikan dinding penghalang yang kuat dan kokoh itu (hancur luluh), dan runtuh. Ratalah dinding itu dengan tanah. “Dan janji Rabbku itu adalah benar.”(Al-Kahfi: 98) “Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain.” (Al-Kahfi: 99) Bisa jadi dhamir (kata ganti mereka) kembali kepada Ya`juj dan Ma`juj –ketika mereka keluar kepada manusia– karena banyaknya jumlah mereka dan meliputi seluruh permukaan bumi, sehingga mereka berbaur satu sama lain. Sebagaimana firman Allah subhanahuwata’ala:
“Hingga apabila dibukakan (dinding) Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (Al-Anbiya`: 96)
Bisa juga kata ganti tersebut kembali kepada seluruh makhluk pada hari kiamat. Mereka berkumpul pada hari itu dalam keadaan banyak sehingga bercampur-aduk antara satu dengan yang lain….” (Diambil dari Taisir Al-Karimirrahman karya Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, hal. 486-487)
*sumber: Majalah Asy Syariah

Kisah Imajinasi




Antara Paku dan kayu
Wahai paku, engkau telah melukai aku. Seru sang kayu..
Paku pun menjawab:
Seandainya engkau bisa melihat apa yang terjadi pada kepalaku, niscaya engkau akan memaafkanku..
Pesan moral:
Apabila Anda hendak memarahi seseorang, cobalah berfikir sejenak dan mendengarkan alasan orang tersebut.
Selain bisa memahami permasalahan dengan jernih, hati yang tenang dari emosi amarah akan memunculkan sifat sabar dan penuh pengertian serta pemaaf tentunya.




Di kutip dari Kisah Islami

Sabtu, 30 Maret 2013

Kumpulan Doa

Kumpulan Do'a sehari-hari


1.             Do'a Ketika Akan Tidur
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَبِاسْمِكَ اَمُوْتُ
BISMIKALLAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUUT
" Ya Allah dengan menyebut namaMu aku hidup dan dengan menyebut namaMu aku mati "
2.             Do'a Ketika Bangun Tidur
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَحْيَانَا بَعْدَ مَا اَمَاتَنَا وَ اِلَيْهِ النُّشُوْرُ
ALHAMDULILLAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSHUUR
" Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan dan kepadaNya kami akan kembali "
3.             Do'a Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)
اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ
ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI
" Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan jantan dan setan betina "

4.             Do'a Ketika Keluar Kamar Mandi (WC)
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذى وَعَافَنِى
ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA ANNIL ADZA WA 'AAFANII
" Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dan telah membuatku sehat "
5.             Do'a Ketika Masuk Masjid
اَللّهُمَّ افْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
ALLAHUMMAF TAHLII IBWAABA ROHMATIKA
" Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu "
6.             Do'a Ketika Keluar Masjid
اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
ALLAHUMMA INNII AS ALUKA MIN FADLLIKA
" Ya Allah sesungguhnya aku mohon anugerahMu "
7.             Do'a Ketika Mengenakan Pakaian
اَللّهُمَّ اِنىِّ اَسْـأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَا هُوَ لَهُ وَ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَ لَهُ
ALLAHUMMA INNII AS'ALUKA MIN KHAIRIHI WA KHAIRIMAA HUWA LAHU, WA A'UUDZU BIKA MIN SYARRIHII WA SYARRI MAA HUWA LAHU
" Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu dari kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ada padanya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada padanya "
8.             Do'a Ketika Melepas Pakaian
بِسْمِ اللهِ الَّذِى َلااِلهَ اِلاَّ هُوَ
BISMILLAHIL LADZII LAA ILAAHA ILLA HUWA
 "Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia "
9.             Do'a Ketika Bercermin
اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَللّهُمَّ كَمَا حَسَنْتَ خَلْقِى فَحَسِّنْ خُلُقِى
ALHAMDULILLAH, ALLAHUMMA KAMAA HASANTA KHALQII FAHASSIN KHULUQII
" Segala Puji Bagi Allah, Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memperindah tubuhku maka perindahkanlah pula akhlaqku "
10.         Do'a Ketika Menyisir Rambut
اَللّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِى وَبَشَرِى عَلىَ النَّارِ
ALLAHUMMA HARRIM SYA'RII WA BASYARII 'ALAN NAAR
" Ya Allah, halangilah rambut dan kulitku dari api neraka "
11.         Do'a Sebelum Makan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْـتَنَا وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM
ALLAHUMMA BAARIK LANAA FIIMAA RAZAQTANAA WA QINAA 'ADZAABAN NAAR
            " Ya Allah berkahilah kami dalam rizki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan periharalah kami dari siksa api neraka "

12.         Bacaan Lupa Baca Do'a Makan 
بِسْمِ اللهِ اَوَّلُهُ وَ اخِرُهُ
BISMILLAHI AWWALUHU WA AAKHIRUHU
" Dengan Menyebut nama Allah dari permulaan hingga penghabisannya "
13.         Do'a Setelah Makan
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ
ALHAMDULILLAHIL LADZII ATH'AMANAA WA SAQAANA WA JA'ALANA MUSLIMIIN
" Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami seorang muslim "
 
14.         Do'a Akan Keluar Rumah
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ
BISMILLAHI TAWAKKALTU 'ALALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH
" Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah semata "
 
15.         Do'a Akan Masuk Rumah
بِسْمِ اللهِ وَلَجْناَ وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْناَ وَعَلَى رَبِّنـَا تَوَكَّلْناَ
BISMILLAHI WALAJNA WA BISMILLAHI KHARAJNA WA 'ALAA RABBINA TAWAKKALNA
" Dengan menyebut nama Allah aku masuk rumah, dengan nama Allah pula aku keluar dan kepada Allah pula aku berserah diri "

16.         Do'a Ketika Bersin
Orang Yang Bersin
اَلْحَمْدُ ِللهِ
ALHAMDULILLAH
" Segala puji bagi Allah "

Orang Yang Mendengar
يَرْحَمُكَ الله ُ
YARHAMUKALLAH
" Semoga Allah Merahmatimu "

Orang Yang Bersin Menjawab
يَهْدِيْكُمُ الله ُ
YAHDIIKUMULLAH
" Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu "


Rabu, 20 Maret 2013

Cerita Inspirasi




Ada seorang remaja wanita masih sekolah di kelas 2 SMA
Setiap hari ditugaskan untuk merawat neneknya…
Neneknya sudah lumpuh…
hidupnya hanya dihabiskan di tempat tidur
Suatu saat…
ia mulai protes karena ketidak adilan yang dirasakannya
Ma… gantian dong yang merawat nenek…
Masa setiap hari harus aku…



Kemudian mamanya memotivasi
Nak… merawat nenek pahalanya banyak…

Sesekali anak itu mau menuruti
Tapi disaat lain Ia mulai protes lagi…
Ma… gantian dong yang merawat nenek…
Masa setiap hari harus aku…
Kenapa mesti aku… kenapa tidak mama… kenapa tidak papa… kenapa tidak kakak atau adik yang merawat nenek… tapi kenapa harus aku terus!…
protesnya mulai keras
Mamanya memeluk sambil menangis…
Nak… kamu sudah besar… kamu benar-benar mau tau kenapa?…
Mau ma….

Dulu saat kamu masih umur 6 bulan…
Malam itu rumah kita kebakaran…
semua orang menyelamatkan diri dan barang-barang yang bisa diselamatkan.
Papa dan nenek menggendong kakak-kakakmu dan mama menggendong kamu…
setelah kita keluar semua…
papa bertanya mana bayinya?
Tanpa sadar ternyata yang mama gendong bukan bayi tapi guling kecil.
Kami baru sadar..
Tenyata kamu masih di dalam rumah… di lantai 2.
Tiba-tiba saja dari arah belakang…
lari menerjang masuk kedalam rumah…
Ternyata nenekmu nak…nenekmu…
lari memaksa masuk kedalam rumah…
kemudian naik kelantai dua…
setelah membawa mu…
nenek terjun dari lantai dua…
sambil menggendong kamu…
mulai saat itulah nenekmu lumpuh…
Anak itu terdiam sambil meneteskan air mata tanpa suara…
Mulai saat itu…
ia tidak pernah lagi protes saat disuruh merawat neneknya
Bahkan hari-hari nya dihabiskan untuk merawat neneknya…
ia sangat senang dan bangga bisa merawat neneknya…
ia bangga pada neneknya…
Tiada kesenangan melebihi kesenangan merawat neneknya.
Andaikan kita tau kenapa kita berbuat sesuatu maka pastilah kita akan bekerja dengan ikhlas, tekun dan serius
Suatu Saat kita akan faham…
Apapun akan kita lakukan untuk membahagiakan orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita
Karena Allah mencitai kita dan kita mencintai Allah….
Semoga bermanfaat ^_^
Source : pesantren-entrepreneur

Jumat, 15 Februari 2013

Motivasi Diri sendiri

  1. kebencian hanya akan merugikan diri kita sendiri, karena sebagian besar orang yg kita benci tak akan peduli dengan kebencian kita terhadapnya Redamlah kebencian kita itu dengan ber INTROPEKSI diri .
  2. Jangan membenci mereka yg mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yg akan membuatmu semakin kuat. Jadikanlah cacian dan makian itu sebagai tameng dalam hidup kita 
  3. Pikirkan apapun yang akan kamu ucapkan. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulutmu tak akan bisa kamu tarik kembali Terkadang mulut itu lebih tajam dari pada pedang.
  4.  Jangan menghina barang yang kecil kerana jarum yang kecil itu kadang-kadang menumpahkan darah. 
  5. Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan” ^_^ 
  6. Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya. 
  7. Berjalanlah dgn penuh harapan walau hidup ini tak selalu bahagia,sedekahkanlah satu senyuman walau dihatimu tak lagi mampu bertahan,belajarlah memaafkan walau dirimu terluka,berhentilah memberi alasan walau ingin menyatakan kebenaran,hiduplah dalam IMAN walau hari dipenuhi dugaan dan berpeganglah kepada ALLAH SWT walau DIA tak kelihatan.Bukti kasihNYA,kita wujud diduniapinjaman ini..ucaplah ALHAMDULILLAH dgn penuh kesyukuran.. 
  8.  Sebuah kata-kata dan perkataan itu bisa berbohong" Tapi ingat sebuah perasaan itu tak bisa di bohongi mau pun berbohong" Berbuatlah jujur dalam berbicara maupun berucap niscaya perasaan akan merasa Tenang" 
  9. Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama diipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan." Hdapilah Semua kesulitan itu dengan ketenangan" 
  10. Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab)

Selasa, 25 Desember 2012

Mutiara Inspirasi Hidup

  1.  Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib)
  2. .Berterimakasihlah kepada orang yang telah menaruh luka dalam dirimu, sebab luka itu akan membuat mu lebih mengerti akan artinya hidup dan jiwa kuat mu akan muncul" 
  3.  Rasa sakit yang kita alami akan mengajarkan kita dalam mengarungi kehidup di dunia yang pana ini"
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lautan Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger